Kamis, 01 Desember 2011

Dampak di Uranus Bukan Keajaiban Sekali Tabrakan

Planet Uranus itu bola yang eksentrik. Hmm kok bisa dibilang eksentrik? Uranus, berbeda dengan planet lain di Tata Surya. Ia berputar pada sisinya!




Uranus. Kredit :NASA/Space Telescope Science Institute
Artinya, kalau kamu ada di Uranus maka kamu tidak akan melihat adanya siang dan malam seperti yang ada di Bumi. Perputaran planet ini tidak mempengaruhi bagian mana dari planet Uranus yang menghadap Matahari.
Astronom menduga kalau Uranus terkena pukulan sehingga jadi menyamping pada saat awal sejarah Tata Surya ketika ada obyek yang beberapa kali lebih masif dari Bumi menabraknya. Tapi ternyata ada tim astronom yang menyatakan kalau kejadian itu tidak sepenuhnya benar.
Para astronom menciptakan sebuah program komputer untuk melihat bagaimana Uranus tampak hari ini jika ada obek besar yang memukulna di masa lalu. Hasilnya, komputer menunjukkan kalau itu yang terjadi maka dua satelitnya akan mengitari Uranus di arah yang berbeda dari yang kita lihat hari ini. Tapi kalau program komputernya diubah supaya Uranus dibentur oleh setidaknya dua obyek yang lebih kecil maka simulasi menunjukkan kalau planet Uranus dan satelit-satelitnya akan berputar dan mengorbit seperti apa yang kita lihat hari ini.
Arti penemuan ini bagi para astronom, ternyata teori yang sudah ada tentang bagaimana planet Uranus, Jupiter, Saturnus dan Neptunus terbentuk salah. Menurut Alessandro Morbidelli, “fakta kalau Uranus ditabrak setidaknya dua kali menunjukkan kalau tarakan yang signifikan memang tipikal dalam pembentukan planet raksasa. Karena itu teori standar yang ada harus direvisi.”
Fakta Menarik : Satu tahun di Uranus lebih lama dari satu tahun di Bumi. Butuh waktu 84 tahun di Bumi bagi Uranus untuk mengitari Matahari!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar